Ingatan Manusia Dalam Belajar Forex Kaufen
Pengertian Ingatan Setiap manusia memiliki ingatan, ingatan merupakan sesuatu yang khususnya dalam proses belajar ingatan mempunyai peranan yang sangat besar, dalam kegiatan belajar mengajar untuk itu peru kita ketahui apa itu ingatan. Ingatan dalam bahasa Inggris Krankheit 8220memory8221 adalah kekuatan jiwa untuk menerima, menyimpan, dan memperoduksi kesan-kesan. (H. Abu Ahmadi, Psikologi Umum, Hlm: 70). Menurut Sumardi Suryabrata (Psikologi Pendidikan Hlm8221 44) Nicht vergeben Nicht bewertet menerima, menyimpan dan memproduksi kesan-kesan. Sedangkan ingatan menurut Slameto (Belajar als Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya Hlm: 113) adalah penarikan kembali informasi Yang pernah dialami sebelumnya. Dalam kamus ilmiah populäres ingatan adlaah suatu kemampuan jiwa menghubung-hubungkan pengalaman yang telah lampau dengan pengalaman yang sekarang, jadi pengalaman yang telah melekat didalam jiwa seseorang di produksi di dalam masa sekarang. Kartini Kartono sebagaimana dikutip Suprayetno W (Diktat Psikologi Belajar Hlm: 19) menyatakan bahwa ingatan adalah kemampuan untuk mencamkan, menyimpan, memproduksi kembali isi kesadaran. Dari beberapa defenisi di atas, dapat dikatakan mengandung von arti yang tidak von jauh beda yakni von menerima, von menyimpan dan memproduksi. Jadi ingatan adalah Suatu pengalaman Yang pernah sudah terjadi sebelumnya kemudian dalam situasi tertentu ia Muncul dengan adanya leider ein-Alasan tertentu Yang Menarik ia keluar sehingga direproduksi kemabli. Ingatan sangat penting dalam kehidupan manusia karena ia berfungsi sebagai pelengkap dalam berfikir kerena pemikir-pemikir yang baik adalah orang-orang-yang telah belajar untuk mengingat kembali pengalaman-pengalamannya. Dengan ademajan kemampuan untuk mengingat pada manusia berryi adanya suatu indischasi bahwa manusia mampu menerima menyimpan als memunculkan kembali dari sesuatu yang pernah dialaminya. B. Fischeri dan Sifat Ingatan Ingatan mempunyai-fungsi-fungsi Yang Membrane manusia seseorang khususnya siswa dalam proses pembelajaran. Secara teori dapat dibedakan adanya tiga Aspek dalam berfungsinya ingatan sebagai berikut: 1. Mencamkan yaitu menemukan Kesan-Kesan Mencamkan terbagi kepada dua bagian yaitu mencamkan Secara sengaja dan mencamkan Secara tidak sengaja. 2. Menyimpan Kesan-Kesan ingatan berhubungan dengan Emosi seseorang Akan mengingat sesuatu Yang Lebih baik, apabila peristiwa-peristiwa itu menyentuh perasaan-perasaan Sedang kejadian Yang tidak menyentuh Emosi Akan di abaikan, Dari sinilah Kesan-Kesan itu disimpan di otak seseorang Siswa apabila ia Sangat suka dengan satu mata pelajaran, maka ingatan pada mata pelajaran tersebut sangatlah kuat als memungkinkan dapat disimpan lama. 3. Memproduksi kesan-kesan, yaitu pengaktifan kembali hal-hal yang dicamkan, dalam reproduksi ini ada 2 bentuk, yaitu: a. Mengingat kembali, misalnya minggu lalu siswa-siswadiberikan materi tata tertib wudhu8217 dan hari ini anak siswa ditanya hal yang sama, maka siswa akan mengingat kembali materi minggu lalu. B. Kentucky, Kentucky, Kentucky, Kentucky, Khan, Khan, Khan, Khan, Khan, Khan, Khan, Khan, Khan, Khan, Khan, Khan, Khan, Khan, Malawi, Sahawa, Dalm buku (Psikologi Pendidikan, Abu Ahmadi, Hlm: 70-71) Ada beberapa sifat-sifat ingatan yaitu: 1. Ingatan yang cepat dan mudah yaitu seseorang dapat dengan mudah dalam menerima kesan-kesan, misalnya ada siswa yang dengan cepat dapat mengingat pelajaran Sementara ada siswa jang lambat mengingat pelajaran meskipun sudah dilakukan pengulangan. 2. Ingatan yang luas sekaligus seseorang dapat menerima banyak kesan-kesan dan dalam daerah yang luas. 3. Ingatan yang teguh. Kesan yang telah diterimanya itu tetap tidak berubah. 4. Ingatan yang setia. Kesan yang telah diterimanya itu tetap tidak berubah. 5. Ingatan mengabdi fan patuh: bahwa ingatan yang pernah dicamkan dapat dengan mudah di reproduksikan secara lancer. Jadi ingatan seseorang tidaklah sama antara satu sama gelegen, selain itu da beberapa Faktor Yang dapat mempengaruhi ingatan, yaitu: 1. Sifat Yang dimiliki seseorang 2. Keadaan disekitar kita baik jasmani, rohani serta Lingkungan. 3. Keadaan jiwa karena apabila jiwa kita terganggu maka ingatan kita akan terpengaruh. 4. Umur, semakin bertambah umur maka ingatan akan semakin lemah. Disastering itu ingatan dibagi menjadi dua, yaitu: 1. Daya ingatan mekanis yakni ingatan itu hanya untuk kesan-kesan penginderaan. 2. Taga ingatan logis yakni hanya untuk kesan-kesan yang mengandung pengertian C. Prinsip-prinsip Ingatan Adapun prinsip yang terkandung dalam ingatan adalah: 1. Belajar artinya belajar lebih mudah terjadi als lebih lama di ingat daripada menghafal. 2. Belajar menghubungkan atau merangkaikan dua objek atau peristiwa. 3. Belajar mempengaruhi oleh frekwensi perjumpaan dengan rangsangan dan tanggapan yang sama yang dibuat dalam pelajaran. 4. Belajar tergantung pada akibat yang ditampakkannya, ini Berate bahwa pelajaran yang Mitglied kesan, menyengakan, menarik, bermanfaat memperkaya pengetahuan lebih efisien dan tersimpan lebih lama. 5. Belajar sebagai Suatu kebutuhan Yang dapat diukur, tidak hanya tergantung Pada proses bagaimana belajar itu terjadi tetapi juga Pada cara penilaiannya, ini berarti apapun Yang dianggap Telah dipelajari oleh seseorang ia Akan hanya dapat menunjukkan penguasaannya atas sebagain Pada macam Pertanyaan atau situasi Yang diciptakan untuk Menunjukkan penguasaan tersebut. D. Mingingkatkan Kemampuan Ingatan Secara Umum Usaha-Usaha untuk meningkatkan kemampuan ingatan Harus memenuhi tiga kerentuan, yaitu: 1. Proses ingatan bukanlah Suatu Usaha Yang mudah, Perlu diperhatikan mekanisme pengulangan. Seseorang dikatakan belajar dari pengalaman karena ia mampu menggunakan berbagai informationen yang telah diterimanya dimasa lalu untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi. Menurut Alkitson ada tida jenis proses mengingat yaitu: Rückruf mengingat informasi tanpa menggunakan petunjuk b. Anerkennung mengingat informasi dengan menggunakan petunjuk c. Redintegratif mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi 2. Bahan-bahan yang akan diingat harus mempunyai hubungan dengan halb halb lain artiyna tidak hanya berpatokan pada satu bahan akan tetapi sudah ada hal-hal lain yang sudah dikenal sebelumnya. 3. Proses ingatan memerlukan organisasi, salah satu pengorganisasian informasi yang terkenal adalah menomik. Apabila USA Vereinigte Arabische Emirate Vereinigte Arabische Emirate Vereinigte Arabische Emirate E. Ingatan dalam Proses Belajar Mengajar Ingatan individu sangat berkaitan erat dengan hasil belajar Yang dapat dicapai, maka Pendidikan hendaknya memperhatikan kemungkinan-kemungkinan serta kondisi ingatan anak. Dalam psikologi pendidikan ingatan berperan mantu atau mendukung seseorang anak dlam belajar sebagaimana fungieren ingtan yaitu menerima, menyimpan dan memproduksikannya. Ingatan Yang Lemah Akan Mempengaruhi Kondisi Belajar Siswa. Untuk itu pendidikan harus mengetahui als mengamalkan pengetahuan yang dihasilkan oleh penlitian-penelitianischen tentang ingatan guna meningkatkan kreativitas siswa sehingga tujuan pendidikan tercapai. Dalam proses belajar mengajar, para Siswa membutuhkan ingatan Yang Kuat untuk menyerap serta menghafal Pelajaran-Pelajaran, dengan adanya ingatan Yang Kuat Siswa dengan Akan mudah menerima dan menyimpan serta Menarik Kembali Ketika ada Reiz, namun ingatan seseorang tidaklah sama begitu juga dengan ingatan Siswa, sehubungan Dengan adanya perbedaan ingatan maka dalam mengajar guru hendaknya memperhatikan halb halb tersebut terutama guru harus memperhatikan segi kelemahannya. ein. Jangan terlalu cepat dalam menerangkan pelajaran b. Jangan terlalu banyak bahan yang diajarkan c. Pengulangan bahan pelajaran d. Mengusahakan dalam mengajar Guru Mitglied kesempatan penggunaan alat indra Yang sebaik-baiknya, sehingga hasil pengamatan itu mendekati kenyataan serta Mitglied Kesan Yang baik dan Siswa memperoleh tanggapan Yang jelasnya. D. h. Melatih siswa untuk menggunakan cara-cara yang baik dalam menghafal yang intinya Mitglied kemudahan bagi siswa dalam menghafal. Selen itu juga, ingatan itu bersifat individuellen, sehingga siswa yang kuat ingatan maka ia akan tampak menonjul dalam proses belajar mengajar. Keadaan jasmani yang kurang sehat juga dapat mempengaruhi prestasi ingatan dalam mengingat pelajaran. Oleh karena itu guru harus sering mengadakan pengulangan, ingatan yang paling tajam pada diri manusia adalah masa kanak-kanak yaitu sekitar usia 10-14 tahun. Adapun Metode Yang Bias Digunakan Guru untuk mengatasi perbedaan siswa dalam menghafal adlaah sebgai Berikut: Metode G (ganslern) atau metode K (Keseluruhan). Metode belajar secara keseluruhan, metode ini untuk menghafal yang jumlah kata-katanya tidak terlalu banyak seperti pantu. B. Metode T (Teillern) atau metode B (Bagian-bagian) yaitu metode belajar bagian demi bagian, ini digunakan untuk menghafal bahan-bahan yang banyak dan dihafal sedikit demi sedikit. C. Metode V (vernittelende) atau metode C (campuran) yaitu metode pengantara yakni ada hafal bagian demi bagian dan ada Secara keseluruhan melalui metode-metode ini diharapkan Siswa-Siswa Mampu atau dengan Cepat menghafal Pelajaran karena Makin sering Materi dihafal dan dipelajari, Waktu untuk menghafal Dan mempelajari makin pendek maka makin banyak materi yang dapat di ingat, jadi ingatan sanat berperan penting dalam proses belajar mengajar. Referensi h. Abu Ahmadi Psikologi Umum, (Rineka Cipta: Jakarta, 2003) Sumardi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (PT Raja Grapindo Persada: Jakarta, 2001) , Kamus Ilmiah Populer, (Karya ilmu: Surabaya, tt) Suprayetno, Diktat Psikologi Belajar, (IAIN-SU Medan, tt) Abu Ahmadi, Widodo Supriono, Psikologi Belajar (1991) Nefi Darmayanti, Diktat Psikologi Belajar, (Medan: TP, 2005) Mengenai Saya rudiansyahharahap Rudiansyah Harahap, Mahasiswa Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama-Islam, IAIN Sumatera Utara Medan, lahir pada tanggal 01 Oktober 1986 von Hutakoje Parsalakan Kecamatan Padangsidimpuan Barat. anak ke 5 dari 8 bersaudara, buah Cinta dari pernikahan Übersetzung S Harahap dan S Siregar. Sekolah dasar diselesaikan tahun 1999, MTs Al-Ansor tahun 2002, MA Al-Ansor tahun 2005 von Padangsidimpuan. Kemudian melanjutkan jenjang pendidikan S1 Jurusan Pendidikan Agama-Islam (PAI) von Fakultas Tarbiyah IAIN Sumatera Utara, sekarang lagi proses Nyusun Skripsi, stellv dipercaya menjabat sebgai Koordinator Ekonomi Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesien (KAMMI) tahun 2007- 2008, menjabat sebagai von Bidang Lapang von PASKIBRA IAIN von Sumatera Utara Medan von 2007-2008. Ram........................................................................................ Lihat profil lengkapkuA. Pengertian Ingatan Ingatan atau sering Krankbut Gedächtnis adalah sebuah fungsi dari kognisi Yang melibatkan otak dalam pengambilan informasi. Ingatan akan dipelajari lebih mendalam von psikologi kognitif dan ilmu saraf. Pada umumnya para ahli memandang ingatan sebagai hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Apa yang telah diingat adalah hal yang pernah dialami, pernah dipersepsinya, dan halb tersebut pernah dimasukkan kedalam jiwanya dan disimpan kemudian pada suatu waktu kejadian esu ditimbulkan kembali dalam kesadaran. Ingatan merupakan kemampuan untuk menerima dan memasukkan (lernen), menyimpan (beibehalten) dan menimbulkan kembali apa yang pernah dialami (erinnern). Dalam proses mengingat informasi ada 3 tahapan yaitu memasukkan informasi (Kodierung), penyimpanan (Lagerung), dan mengingat (Retrieval-Stadium). B. Fungsi Memasukkan (Kodierung) Pros Kodierung (pengkodean terhadap apa yang dipersepsi dengan cara mengubah menjadi simbol-simbol atau gelombang-gelombang listrik tertentu yang sesuai dengan peringkat yang ada pada organisme). Jadi Kodierung merupakan suatu proses mengubah sifat suatu informasi ke dalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat memori organisme. Proses ini sangat Nachricht senden Zuzwinkern lamanya suatu informasi disimpan dalam memori. Proses pengubahan informaci ini dapat terjadi dengan dua cara, yaitu: 1. Tidak sengaja. Yaitu apabila hal-hal yang diterima oleh inderanya dimasukkan dengan tidak sengaja ke dalam ingatannya. Contan konkritnya dapat kita lihat pada anak-anak yang umumnya menyimpan pengalaman yang tidak disengaja, misalnya bahwa ia akan mendapat apa yang diinginkan jika ia menangis keras-keras sambil berguling-guling. 2. Sengaja, yaitu bila einzeln dengan sengaja memasukkan Pengalaman dan pengetahuan ke dalam ingatannya. Ich glaube nicht, dass es so ist, wie ich es mir vorgestellt habe. C. Fungsi Menyimpan (Lagerung) Fungsi kedua dari ingatan adalah mengenai penyimpanan (penyimpanan terhadap apa yang telah diproses dalam codierung apa yang dipelajari atau apa yang dipersepsi). Sesuatu Yang telah dipelajari biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak (Spuren) dan bisa ditimbulkan kembali. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan Erinnerungsspuren. Walaupun disimpan namun jika tidak sering digunakan maka Gedächtnisspuren tersebut bisa sulit untuk ditimbulkan kembali bahkan juga hilang, dan ini yang disebut dengan kelupaan. Sehubungan dengan masalah retensi dan kelupaan, ada satu hal yang penting yang dapat dicatat, yaitu mengenai intervall atau waktu antara memasukkan als menimbulkan kembali. Masala intercal dapat dibedakan atas lama Intervall dan isi Intervall: 1. Lama-Intervall. Yaitu berkaitan dengan lamanya waktu pemasukan bahan (Akt der Erinnerung). Lama intervall berkaitan dengan kekuatan retensi. Makin lama intervalnya, makin kurang kuat retensinya, atau dengan kata lain kekuatan retensinya menurun. 2. Isi-Intervall. Yaitu berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang terdapat atau mengisi intervall. Aktivitas-aktivitas yang mengisi Intervall akan merusak atau mengganggu Gedächtnisspuren, sehingga kemungkinan individu akan mengalami kelupaan. Atas dasar lama intervall dan isi intervall, hal tersebut merupakan sumber atau dasar berpijak dari teori-teori mengenai kelupaan. D. Fungsi Menimbulkan Kembali (Retrival) Fungsi ketiga ingatan adalah berkaitan dengan menimbulkan kembali hal-hal yang disimpan dalam ingatan. Proses mengingat kembali merupakan suatu proses mencari als menemukan informasi yang disimpan dalam memori untuk digunakan kembali bila dibutuhkan. Mekanisme dalam proses mengingat kembali sangat Membranorganismen dalam menghadapi berbagai persoalan sehari-hari. Seseorang dikatakan 8220Belajar dari Pengalaman8221 karena ia mamu menggunakan berbagai informationen yang telah diterimanya di masa lalu untuk memecahkan berbagai masalah yang dihadapi saat ini juga. Menimbulkan kembali ingatan yang sudah disimpan dapat menggunakan cara: 1. Rückruf, yaitu proses mengingat kembali informasi yang dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Conyohnya mengingat namen seseorang tanpa kehadiran orang yang dimaksud. 2. Erkennen, yaitu proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk yang dihadapkan pada organisme. Es gibt keine Mindestbestellmenge. Ia berjumpa dengan orang yang bersangkutan. 3. Redintegrative. Yaitu proses mengingat dengan menghubungkan berbagai informationen menjadi suatu konsep atau cerita yang cukup kompleks. Proses mengingat reintegrative terjadi bila seseorang ditanya sebuah nama, misalnya Siti Nurbaya (tokoh sinetron), maka akan teringat banyak halb dari tokoh tersebut karena orang tersebut telah menontonnya berkali-kali. Kelupaan terjadi karena materi yang disimpan dalam ingatan esu jarang ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran yang akhirnya mengalami kelupaan. Hali itu dikarenakan intervall merupakan titik pijak dari teori-teori tentang kelupaan. Ada lima teori lupa, yaitu: 1. Zerfall Theorie (Atropi), teori ini beranggapan bahwa memori menjadi semakin aus dengan berlalunya waktu bila tidak pernah diulang kembali (probe). Informasi yang disimpan dalam memori akan meninggalkan jejak-jejak (Gedächtnisspur) yang bila dalam jangka waktu lama tidak ditimbulkan kembali dalam alam kesadaran, akan rusak atau menghilang. 2. Teori Interferensi. Teori ini menitikberatkan pada isi intervall. Teori ini beranggapan bahwa informationen yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang masih ada dalam gudang memori (tidak mengalami keausan), akan tetapi jejak-jejak ingatan saling bercampur aduk, mengganggu satu sama lain. Bisa jadi bahwa informationen yang baru diterima mengganggu proses mengingat yang lama, tetapi juga terjadi sebaliknya. Sie haben noch keine Artikel in Ihrem Warenkorb. Sie haben soeben einen Artikel in den Warenkorb gelegt. Sedangkan, bila informasi yang kita terima sulit untuk diingat karena adanya pengaruh ingatan yang sama, maka terjadi proses interferensi proaktif. 3. Teori Retrieval Failure. Teori ini sebenarnya sepakat dengan teori interferensi bahwa informationen yang sudah disimpan dalam memori jangkas panjang selalu ada, tetapi kegagalan untuk mengingat kembali lebih erfahrungen tidak adanya petunjuk yang memadai. Dengan demikian, bila syarat tersebut dipenuhi (disajikan petunjuk yang tepat), maka informasi tersebut tentu dapat ditelusuri dan diingat kembali. 4. Teori Motivierte Vergessen. Menurut teori ini, seseorang akan cenderung berusaha melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan. Hal-hal yang menyakitkan atu tidak menyenangkan ini akan cenderung ditekan atau tidak diperbolehkan muncul dalam kesadaran. Jadi, teori ini beranggapan bahwa informationen yang telah disimpan masih selalu ada. 5. Lupa Karena Sebab-Sebab Fisiologis. Sie haben keine Berechtigung zur Stellungnahme. Perubahan fisik ini disebut engram. Gangguan pada engram ini akan mengakibatkan lupa yang mengakibatkan Amnesie. Bilba yang dilupakan adalah berbagai informasi yang telah disimpan beberapa waktu yang lalu, yang bersangkutan disebut menderia amnesie retrograd. Bila yang dilupakan adalah informasi yang baru saja diterimanya, maka orang tersebut menderita amnesia anterograd. F. Beberapa Eksperimen Mengenai Ingatan Beberapa metode yang digunakan dalam penelitianisch ingatan dapat dikemukakan sebagai berikut: 1. Metode dengan melihat waktu atau usaha belajar (die Lernzeitmethode) Metode ini merupakan metode penelitian ingatan dengan melihat sejauh mana waktu yang diperlukan oleh seseorang untuk dapat Menguasai materi yang dipelajari dengan baik, seperate dapat mengingat kembali materi tersebut tanpa kesalahan. Misalnya seseorang yang disuruh mempelajari suatu syair lagu dans orang tersebut harus menimbulkan kembali syair tanpa ada kesalahan. Bila kriterium ini telah terpenuhi, maka diukur waktu yang diperlukan hingga mencapai kriteria tersebut. Individu yang satu lebih cepat daripada einzeln yang lain, tetapi ada pula yang lambat. Hal tersebut menunjukkan bahwa waktu atau usaha yang dibutuhkan oleh seseorang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan masing-masing. 2. Metode belajar kembali (die Methode des Wiederlernens) Metode ini merupakan metode yang berbentuk dimana suatu individuelles disuruh mempelajari kembali materi yang telah dipelajari sampai pada suatu kriteria tertentu. Dalam Wiederholung. Untuk mempelajari materi yang sama untuk kedua kalinya membutuhkan waktu yang relatif lebih singkat dibanding dengan pertemuan pertama. Jadi, dapat disimpulkan bahwa semakin singen dipelajari, semakin singkat waktu yang dibutuhkan untuk mempelajarinya, dan semakin banyak materi yang dapat diingat dengan baik, dan makin sedikit materi yang dilupakan. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses wieder lernen ada waktu yang dihemat untuk disimpan. Oleh karena itu metode ini disebut juga dengan metode speichern Methode. 3. Metode rekonstruksi Metode ini menugaskan individu untuk mengkronstruksi kembali materi yang telah diberikan kepadanya. Dalam mengkonstruksi kembali dapat diketahui waktu yang digunakan, kesalahan-kesalahan yang diperbuat, sampai pada kriteria tertentu. Contohnya seperti bermain Puzzle. 4. Metode mengenali kembali (Anerkennung) Dalam metode ini penelitian dalam memori ditekankan pada Anerkennung (mengenal kembali). Jadi subjek diminta untuk mempelajari materi kemudian materi tadi disajikan ulang dengan penyertaan materi lain. Adanya materi lain untuk mentes subjek apakah ia mampu mengenal kembali materi yang telah dipelajari sebelumnya diantara materi-materi lain yang disajikan. 5. Metode mengingat kembali Dalam metode ini yang ditekankan adalah proses erinnern (mengingat kembali) terhadap apa yangtelah dipelajari sebelumnya. Misalnya pada tes yang berbentuk essai ata pada tugas-tugas pengarang dimana subjek diminta untuk mengingat kembali peristiwa atau pengalaman yang dialaminya. 6. Metode asosiasi berpasangan Metode ini mengambil bentuk subjek disuruh mempelajari materi secara berpasang-pasangan. Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mengingat apa yang telah dipelajarinya, maka dalam auswertungen, salah satu pasangan digunakan sebagai stimulus, dan subjek disuruh menampilkan kembali (baik recall maupun anerkennung). Mau tanya nih min, kira2 ada nggak tori tentang merekonstruksi ingatan tertentu misalnya ada kejadian2 jang kita alami, tapi karena ka ga bisa ingat betul apa yang terjadi, jadi kita menciptakan 39cerita39 tersendiri untuk melengkapi potongan2 ingatan yang nggak sempurna itu. Kira2 apa ada teorinya Danke :) Kalau itu Saya Kurang tau mbak, Silakan ditanyakan pada orang yg lebih Experte hehe :) Thaks. Sri Utami Halman Fragen und Antworten zu Sri Utami Halman und vielen anderen Interessierten, die sich auf Sri Utami Halman spezialisiert haben, um weiter neue Freunde zu finden
Comments
Post a Comment